@chyntiarhasan writes:
@CerpenChelGas
-Ternyata dia orangnya.. (part4)-
Bus SMP 248 kembali melaju ke sekolah mereka saat matahari sudah terbenam.
Bagas melongok-longokan kepalanya ke luar. Mencari mobil SMP 263, sekolah Cindai.
"Mm Gas, tadi aku liat mobilnya udah pergi" Chelsea berkata pada Bagas sambil tersenyum simpul.
"Yah... Chels, aku ga liat Cindai dong? Huh..." Bagas kesal. "Kamu kenapa gak kasih tau aku?"
Merasa seakan Bagas menyalahkannya, Chelsea berkata dengan hati-hati "Tadi kamu masih diluar Gas.. Aku pikir kamu udah pamitan sama dia.."
Bagas merasa telah melukai hati sahabatnya ini. Ia mencubit pipi Chelsea gemas dan tertawa pelan. "Iya iya Chels.. Jangan merasa bersalah gitu dong kamu gak salah"
Chelsea hanya tersenyum menatap Bagas.
"Ah iya Chels, thanks ya udah semangatin aku tadi! Yah walaupun dari sekolah kita cuma si Josia yang dapet juara 2"
"Iya Gas, makasih kamu juga udah semangatin aku. Cuma tadi aku tiba-tiba gak konsen aja pas main, jadinya kalah deh.." Chelsea merasa sedih.
"Ah gak apa-apa lagi bukan rezeki Chels. Kamu tetep bagus kok menurutku" Hibur Bagas.
Chelsea tersenyum. Merasa semangatnya kembali setelah mendengar ucapan Bagas.
'Tapi pasti kamu semangatnya karena ada Cindai Gas..' Batin Chelsea.
"Oh ya tadi juga aku jadi makin semangat ditonton Cindai! Tapi malu nih masa aku kali ini kalah.." Seru Bagas.
Chelsea tertegun. Bagas seakan membenarkan isi hatinya.
"Iyaaa Bagas aku tau kok" Ia menjulurkan lidahnya dan kembali tersenyum untuk Bagas.
"Hehe nanti deh ya Chels aku ceritanya. Sekarang aku pengen tidur nih. Kamu juga tidur Chels!" Bagas menyamankan posisi duduknya. Ia benar-benar butuh tidur. Kemudian ia menutup mukanya dengan jaket Chelsea yang tadi sudah ia rampas dari pangkuan Chelsea.
"Nyenyak Gas.." Chelsea memeluk tasnya. Ia menatap ke luar jendela, kembali termenung.
=to be continued=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar