@chyntiarhasan writes:
@CerpenChelGas
-Ternyata dia orangnya.. (part2)-
"Kalau aku sih semangat banget Chels! Kamu juga tau kaan, aku bakalan ketemu Cindai di kejuaraan nanti!" Seru Bagas dengan ceria.
'DEG.'
Chelsea sedikit tersentak.
"Secara gitu ya sekolah kita jauhan, jadi jarang-jarang banget aku bisa ketemu dia. Ya gak Chels?"
Cukup lama Chelsea tak merespon. Pandangannya lurus ke depan. Bagas bingung melihat Chelsea.
"Chels?" Bagas menyenggol lengan Chelsea.
"Eh, iya Gas? Aduh sorry aku gak connect" Chelsea menggaruk-garuk pipinya.
"Ah kamu.. Ya udah yuk pulang biar kamu bisa cepet istirahat"
Mereka pun berjalan menuju halte bus di depan sekolah mereka. Saat di gerbang mereka berpapasan dengan Marsha dan Novi, lalu berpamitan.
"Si Chelsea sama Bagas tuh cocok yaa. Kenapa gak pacaran aja coba" Marsha mulai bergosip ria dengan Novi.
"Ya kali mereka lebih nyaman sahabatan. Belum tentu juga kalau mereka pacaran bisa tetep seakrab sekarang?" Timpal Novi. Marsha membenarkan ucapan Novi dengan anggukan.
~~~
Hari kejuaraan bulu tangkis tingkat SMP se-Bandung itu pun tiba.
Tim bulu tangkis SMP 248 sudah berkumpul di aula. Mereka berdoa dengan khusyuk menurut agama masing-masing.
"Baik anak-anak, berdoa selesai" Pak Naga mengakhiri doa bersama tersebut.
"Winner... BISA!!" Teriak seluruh anggota klub disusul dengan riuh tepuk tangan.
"Sekarang kalian masuk ke dalam bus dengan tertib!"
Chelsea dan Bagas langsung menduduki bangku ketiga dari belakang.
"Huh.. Kok aku tegang ya Chels?" Bagas menyandarkan kepalanya.
"Ah itu sih karena kamu bakal ketemu Cindai aja..." Ucap Chelsea ragu-ragu.
"Hehehe tau aja Chels.." Bagas tertawa dengan tawa khasnya.
Chelsea memandang ke luar jendela. Perlahan bus mulai melaju.
"Chels, bagi makanan dong. Belum sarapan nih" Rengek Bagas.
"Kak Bagas.. aku punya pisang goreng nih mau..?" Tawar seseorang dari bangku depan dengan ragu.
"Duh, gak usah repot-repot Ngel, ada di Kak Chelsea kok" Jawab Bagas, tersenyum.
Angel terlihat sedikit kecewa. "Ya udah deh kak.." Gadis mungil itu kembali menghadap ke depan.
Chelsea menahan tawanya kemudian berbisik, "Kasian Gas.."
"Gak apa-apa kali Chels dia gak nangis kok" Bagas pun menahan tawanya.
"Ya udah nih roti nya" Chelsea mengeluarkan kotak makan kecilnya kemudian menyodorkannya ke Bagas setelah ia mengambil 2 tangkup roti isi keju itu.
"Hahaha gak bosen-bosen Neng.." Bagas tertawa.
"Enggak, Gas. Aku gak pernah bosen sama keju" Baby face Chelsea berseri-seri.
"Kalau gtu kamu juga jangan pernah bosen sahabatan sama aku, dengerin curhatan aku" Bagas menatap mata Chelsea serius.
Chelsea merasa risih ditatap seperti itu, namun ia berhasil menyembunyikannya.
"Gak akan pernah lah Bagas.."
=to be continued=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar