Kamis, 18 April 2013

Ternyata Dia Orangnya

@chyntiarhasan writes:
@CerpenChelGas 
-Ternyata dia orangnya.. (part7)-
"Chels!!"
Uhuk. Uhuk. Uhuk. Chelsea tersedak minumannya.
"Aduh Gas.. woles kali. Aku kaget nih!" Chelsea sedikit kesal. Ia menatap Bagas yang kini duduk di hadapannya. 
"Ya sorry... Udah makan belum? Aku mau traktir nih"
"Tumben banget Gas!" Chelsea teringat soal Bagas dan Cindai. "Ah iya.. Jadi ceritanya pajak jadian nih? Yuhuuuuuuu" Chelsea bersorak.
"Iya Chels hahaha tapi kali ini aja ya. Bulanan mah aku kagak mau traktir kamu" Bagas menjulurkan lidahnya.
"Dih ko gituu... Tapi ga apa-apa deng Gas, jajan harian aja kadang kamu masih suka rampas makanan aku, Dasar irit!" 
"Biarin wlek. Yaudah pempek yaa..."
"Iyaa. Gas jangan lupa yang aku jangan pedes!" Pesan Chelsea.
Bagas beranjak menuju kios yang menjual pempek Palembang.
Chelsea tersenyum sambil berujar pelan. "Nah bener kan Bagas bahagia banget.. Yaudah aku juga bahagia"
~~~
"Nah jadi gitu Chels..." Bagas mengakhiri ceritanya saat ia menyatakan cinta kepada Cindai.
"Wahh.. Aku baru tau loh Gas kamu bisa romantis sama cewek" Chelsea tertawa ringan.
"Chels, yang namanya sahabat itu pasti lebih banyak tau kekurangan dibandingkan kelebihan sahabatnya itu sendiri. Karena sahabat gak peduliin kekurangannya. Kan saling melengkapi, itu tugas kita.." 
'Kenapa kamu ngomong gitu Gas..' Chelsea membatin. "Iya betul!" Akhirnya Chelsea menimpali dengan ceria.
Bus berhenti di halte dekat rumah Chelsea.
"Yaudah ah Gas aku langsung jalan, see ya!" 
"Eitss.. gak sopan banget Neng!" Bagas menahan lengan Chelsea yang baru saja melangkahkan kakinya.
"Loh gak sopan kenapa aku Gas?" Chelsea tampak bingung.
Bagas menahan tawanya. Ia ingin sekali mencubit pipi atau mengetuk kepala Chelsea. Karena ia sangat tak tahan melihat muka bingungnya.
"Udah dianter pulang juga. Bukannya makasih kek.. Apa kek... mau pergi gitu aja" Bagas pura-pura marah.
Chelsea tercengang. "Hey, kamu loh Gas yang mau ikut aku sampai kesini cuma buat cerita soal tadi. Bukan aku yang mintaa" Chelsea mencubit keras lengan Bagas.
"Awww!!!" Bagas menjerit
"So, good bye Cindai's Prince! Hahaha" Chelsea berlari menuju rumahnya setelah sebelumnya menginjak kedua kaki Bagas yang membuat Bagas kembali menjerit.
"Ganas nih cewek!" Bagas mengusap cepat kakinya. "Chels! Besok di sekolah kamu gak aman!!!" Bagas berteriak karena Chelsea sudah mulai menjauh.
Chelsea berteriak tak kalah kerasnya, "Bagas bodoh! Besok Minggu!" Ia terus berlari sambil tertawa.
Bagas tertegun. Kemudian menertawai dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia lupa bahwa besok hari Minggu?
Sambil menunggu bus arah rumahnya, Bagas mengusap lengannya yang ngilu luar biasa sambil terus tertawa pelan.
=to be continued=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar